RSS

3 Skutik: Honda Scoopy vs Yamaha Mio Soul vs Suzuki Skydrive

Honda Scoopy vs Yamaha Mio Soul vs Suzuki Skydrive
Meskipun pasar sepeda motor nasional masih didominasi jenis bebek, tapi motor model skutik tetap bergairah bahkan trendnya terus meningkat. Motor yang dulunya cuman dipakai ibu-ibu buat ke pasar, kini semua golongan pada doyan ngendarai motor-motor matic ini. Gak sah pake basa-basi langsung saja bahas komparasi trio jepun yang dari dulu sudah “gontok-gontok” rebutan kue pasar motor nasional. Tiap merek ternyata mempunyai ciri khas tersendiri yang bikin para skutikholic bisa memilih aliran mana yang paling disukai.
Honda Scoopy

Diantara kedua merek lain, Honda paling berani menampilkan model retro classic buat skutik terbarunya ini. Meskipun di thailand Yamaha sudah mempunyai skutik retro classic, tapi Yamaha Indonesia dari dulu sepertinya belum “senekat” Honda menjual skuter gaya klasiknya. Spesifikasi Honda Scoopy sebenarnya sebelas-duabelas dengan para pendahulunya si Vario dan Beat. Seperti fitur keamanan kunci kontak berupa magnet otomatis (auto secure keys shutter), tuas pengunci rem, dan standar samping otomatis. Mesin yang dipakai pun masih sama persis dengan Vario dan Beat yang bertenaga 8,28PS pada 8000RPM. Sehingga tidak ada hal baru di bagian jeroan mesin dan kaki-kaki Honda Scoopy ini.

PT. Astra Honda Motor selaku ATPM motor Honda hanya mengedepankan style tampilan body yang benar-benar beda ketimbang skutik yang sudah ada. Warna yang disediakan pun bergaya retro modern sayang pilihanya hanya 3 warna: classic white, retro pink, vintage violet, padahal Honda Scoopy Filipina sangat beragam warna-warnanya. Selain motor bergaya klasik, helm Honda Scoopy standarnya pun didesain retro punya dengan warna-warna cerah juga. Harga Honda Scoopy dibuat lebih mahal dikit diatas Yamaha Mio Soul yaitu Rp13,5 juta (on the road Jkt).

Berikut spesifikasi lengkapnya:
Harga : Rp 13.500.000,- (on the road)
Panjang x lebar X tinggi : 1.844 x 699 x 1.070 mm
Jarak sumbu roda : 1.240 mm.
Jarak terendah ke tanah : 150 mm.
Berat kosong : 94 kg. (tipe CW)
Tipe rangka : Tulang punggung (Underbone)
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan ayun dengan sokbreker tunggal
Ukuran ban depan : 80/90 – 14 M/C 40P
Ukuran ban belakang : 90/90 – 14 M/C 46P
Rem Depan : Cakram hidrolik, dengan piston tunggal Rem Belakang : Tromol
Kapasitas tangki bahan bakar : 3,5 liter.
Tipe mesin : 4 langkah, SOHC
Sistem pendinginan : udara dengan kipas Diameter x langkah : 50 x 55 mm.
Volume langkah : 108 cc.
Perbandingan kompresi : 9,2 : 1
Daya maksimum : 6,09 kW (8.28 PS) / 8.000 rpm.
Torsi maksimum : 8,32 N.m (0.85 kgf.m) / 5.500 rpm.
Kopling : Otomatis, sentrifugal, tipe kering
Transmisi : Otomatis, V-Matic
Starter : Electric starter & kick starter
Aki : MF battery, 12 V – 3 A.h
Busi : ND U24EPR9, NGK CPR8EA-9
Sistem pengapian : DC – CDI,
Battery Karburator : VK22x1

Yamaha Mio Soul

Untuk menghadang motor-motor matik Honda yang makin beragam, Yamaha Indonesia tetap mengedepankan ciri khas mereka yaitu aliran sporty. Angka penjualan Mio yang belum terpatahkan merek lain hingga kini, membuat PT. YAMAHAKI selaku empunya Yamaha Indonesia tetap PeDe alias percaya diri mematok harga Mio Soul tidak jauh berbeda dengan skutik-skutik Honda yaitu sebesar Rp13,45 juta terpaut Rp50ribu dari Honda Scoopy.

Dengan kapasitas mesin lebih besar, tentu tenaga yang dikeluarkan Mio Soul pun lebih gede ketimbang Scoopy yaitu sebesar 8,9PS. Tapi jika membandingkan konsuMio Souli bbm jelas lebih boros dari pada Honda Scoopy meskipun lebih irit dari Suzuki Skydrive. Kelebihan Yamaha dibanding lainya pada warna dan desain striping bodi motor yang sangat banyak dan cantik-cantik, sehingga konsumen pun mempunyai banyak pilihan warna yang bisa dipilih.

Ini dia spesifikasi lengkapnya:
Harga : Rp 13.450.000,- (on the road)
Panjang x Lebar x Tinggi : 1,820 x 675 x 1,050 mm
Tinggi Tempat Duduk : 745 mm
Jarak Antar Roda : 1,240 mm
Jarak Ke Tanah : 130 mm
Kapasitas Tangki : 3,7 Liter
Berat Kosong : 87 Kg
Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC 2-Klep
Pendingin Udara AIS (Air Induction System) EURO 2 Ready
Diameter Langkah : 50.0 x 57.9 mm
Volume Silinder : 113.7 CC

Perbandingan Kompresi : 8.8 : 1
Power Max : 6.54 Km (8.9 ps) / 8,000 rpm
Torsi Max : 7.84 Nm (0.88 kgf.m) / 7,000 rpm
Sistem Pelumasan : Wet Sump
Oli Mesin : 0.9 Liter
Karburator : NCV24x1 (Keihin)
Transmisi : V-Belt Otomatis
Kopling : Kering, Sentrifugal Otomatis Caster / Trail : 26.5 derajat/ 100 mm
Rasio Gigi : 2.399 – 0.829
Sistem Starter : Kick & Electric
Tipe Rangka : Steel Tube
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Teleskopik
Rem Depan : Hydraulic Single DiScoopy
Rem Belakang : Drum
Ban Depan : 70/90-14MC 34P
Ban Belakang : 80/90-14MC 34P

Suzuki Skydrive

Sebagai pengamat otomotif, rasanya agak kasihan melihat penjualan motor Suzuki yang masih kalah jauh dari Yamaha dan Honda. Padahal produk-produk yang ditawarkan punya kelebihan tersendiri lo, seperti semua skutik mereka dipasok mesin dengan kapasitas 125 cc tapi harganya lebih murah dari produk-produk Yamaha dan Honda, tapi kok ya masih kalah lo. Tapi pihak PT. Indomobil pun tidak pernah menyerah, meskipun penjualan Spin dan Skywave kurang menyenangkan, Suzuki menelurkan produk barunya yang berharga di tengah-tengah antara Spin dan Skywave yaitu Suzuki Skydrive.

Dengan harga Rp13,2 juta jelas jauh lebih murah dibanding Yamaha Mio Soul apalagi Honda Scoopy. Selain mempunyai kelebihan kocek paling murah, tenaga mesin pun paling beringas. Tapi sayang disain model yang cenderung kurang sporty apalagi warna-warna yang dipakai terlalu “konservatif” alias terlalu biasa, sangat jauh jika dibandingkan dengan Mio Soul, sehingga harus puas jika penjualanya tetap kalah dari Yamaha Mio Soul.

Spesifikasi lengkap Skydrive:
Harga : Rp 13.200.000 (on the road)
Panjang Keseluruhan : 1.900 mm
Lebar Keseluruhan : 655 mm
Tinggi Keseluruhan : 1.050 mm
Jarak Antara As Roda : 1.265 mm
Berat Kendaraan : 108 kg
Mesin : 4 langkah, SOHC
Sistem Pendingin : Pendingin Udara
Kapasitas Silinder : 124 cc
Nilai Kompresi : 9.6 : 1
Daya Maksimum : 6.9 kW/7500 rpm
Torsi Maksimum : 9.6 Nm/6500 rpm
Karburator : MIKUNI BS26
Sistem Starter : Listrik dan engkol
Kopling : Kering, otomatis, tipe sentrifugal
Rangka : Under bone
Suspensi Depan : Teleskopik, per spiral, peredam oli
Suspensi Belakang : Lengan ayun, per ulir, peredam oli
Rem Depan : Cakram hidrolis
Rem Belakang : Tromol
Ukuran Ban Depan : 80/90-14 M/C 40P
Ukuran Ban Belakang : 90/90-14 M/C 46P

 

Posted by on 18/11/2010 in Otomotif

Leave a comment

Honda New Mega Pro vs Yamaha Byson

PT. AHM selaku ATPM motor Honda telah menghadirkan Mega Pro terbarunya, dengan harga cukup kompetitif bahkan lebih murah dibanding pesaing terdekatnya Yamaha Vixion. Sebenarnya lawan yang sepadan dengan Honda Mega Pro terbaru ini bukanlah Vixion tapi Yamaha Byson yang sebentar lagi juga akan keluar. Karena spesifikasi Yamaha Vixion masih lebih banyak keunggulanya dibanding Mega Pro, seperti rangka sudah delta box sedangkan Mega Pro masih model lama, lalu injeksi pada Vixion membuat tenaganya lebih besar dibanding Mega Pro yang masih karburator. Sehingga harganya pun lebih mahal Vixion (Rp20jutaan) ketimbang Mega Pro (Rp19,5 juta) yang masih fresh.

Prediksi PT. YMKI akan mengeluarkan motor sport baru bernama Byson pun sudah sangat meyakinkan karena pada facebook Yamaha Indonesia sudah membuka kran inden 200 pembelian pertama motor jenis sport terbaru Yamaha dengan background hewan bison. Cara ini tentu untuk menghambat pasar Mega Pro yang barusan dilaunching saat IIMS lalu. Sekarang mari kita komparasikan kedua motor laki yang bakal bertarung habis-habisan di pasar motor sport kelas menengah ini.

Honda New Mega Pro

Motorsport yang lebih dulu keluar di India dengan nama Unicorn Dazzler ini meskipun kapasitas mesinya diturunkan menjadi 150cc doang tenaganya tetap terjaga sebesar 10,1KW atau sekitar 13PS lebih karena mengusung teknologi terbaru Honda. Dengan desain lebih modern ketimbang model lawas, Honda sepertinya memang sudah tidak bersifat konservatif seperti era lama, banyak sentuhan baru di motor “Primus” ini seperti bentuk lekuk tangki yang sporti banget tidak kayak model lama yang terlihat cupu, penambahan air scoop yang sebenarnya menurutku keliatan kebesaran, pemasangan batok lampu yang mulai ngetren lalu paling kentara pada suspensi belakang yang sudah mono shock meninggalkan era lama double shock.

Harga yang ditawarkan pabrikan sayap mengepak ini kelihatan sangat murah karena sudah diturunkan 1juta dibanding Mega Pro lama. Selain itu, jika dibandingkan dengan Yamaha Vixion juga tetap lebih murah New Mega Pro 1juta. Tetapi entah nanti Yamaha Byson bisa lebih murah atau tidak dari Honda New Mega Pro.

Inilah spesifikasi lengkap Honda New Mega Pro:

  • Harga : Rp 19.500.000,- (OTR Jakarta)
  • Tipe mesin : 4 langkah, OHC, pendinginan udara
  • Kapasitas mesin : 149,2 cc
  • Perbandingan Kompresi : 9,5 : 1
  • Daya Maksimum : 10,1 kW / 8.500 rpm
  • Torsi Maksimum : 12,8 Nm / 6.500 rpm
  • Panjang X lebar X tinggi : 2.050 x 757 x 1.075 mm
  • Jarak Sumbu Roda : 1.313 mm
  • Jarak terendah ke tanah : 152 mm
  • Berat kosong : 136 kg
  • Tipe rangka : Pola Berlian (diamond steel)
  • Tipe suspensi depan : Teleskopik
  • Tipe suspensi belakang : Tunggal (monoshock) dapat di setel keras dan lembut
  • Ukuran ban depan : 80/100 – 17 M/C 46P – Tubeless
  • Ukuran ban belakang : 100/80 – 17 M/C 55P – Tubeless
  • Rem depan : Cakram hidrolik, dengan piston ganda
  • Rem belakang : Cakram hidrolik dengan piston tunggal
  • Kapasitas tangki bahan bakar : 12,0 liter
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1 liter pada penggantian periodik
  • Kopling Otomatis : Manual, Multiplate Wet Clutch
  • Gigi Transmsi : 5 kecepatan
  • Pola Pengoperan Gigi : 1-N-2-3-4-5
  • Starter : Pedal & starter elektrik
  • Aki : MF 12 V – 5 Ah
  • Busi : NGK CPR8EA-9 / NGK CPR9EA-9
  • Sistem Pengapian : DC – CDICDI

Yamaha Byson

Jika dilihat dari bentuk tangki motor, Yamaha Byson kelihatan lebih berotot dari pada Honda Mega Pro karena adanya lekuk-lekuk khas motor aliran streetfighter sejati, padahal sebenarnya volume tangki sama-sama 12 liter. Bentuk knalpot yang lebih gemuk juga kelihatan lebih asyik dilihat ketimbang milik Mega Pro yang masih biasa-biasa saja.

Jika di India motor ini dinamai Yamaha FZ berkapasitas 153cc dibuat 2 model yaitu neked bike n semi fairing yang dinamai Fazer. Pihak YMKI belum ngasih info model mana yang akan dipakai buat Yamaha Bison ini. Kalau menurutku sih sebaiknya dikeluarin semua model karena dua-duanya sama kerenya, gimana? Pada setuju kan…

Teknologi dari motorsport keluaran pabrikan garpu tala ini sebenarnya masih konvensional sama kayak pada Mega Pro seperti rangka motor underbone n mesin masih karburator, sehingga harganya pasti lebih murah ketimbang Vixion, bahkan bisa lebih murah* dari Honda New Mega Pro. Tenaga yang dikeluarkan Byson 14PS ternyata lebih gede dari pada Mega Pro, tapi masih dibawah Vixion (14,88PS). Tapi bisa jadi kehadiran Yamaha Byson justru mengeruk pasar Yamaha Vixion karena lebih terjangkau n lebih simpel perawatanya.

Ini dia spesifikasi lengkap Yamaha Byson:

  • Mesin : Air-cooled, 4-stroke, SOHC, 2-valve
  • Kapasitas : 153.0cc
  • Bore & Stroke 58.0 × 57.9mm
  • Rasio kompresi : 9.5:1
  • Tenaga maksimum : 14PS / 7500 rpm
  • Torsi maximum : 14 N.m / 6000 rpm
  • Ignition type : C.D.I. with 3 dimension digital
  • Primary/secondary reduction ratio 3.409 / 2.857
  • Transmisi : 5-speed
  • Gear ratio 1st=2.714 2nd=1.789 3rd=1.318 4th=1.045 5th=0.875 Cylinder layout Single Cylinder
  • Panjang × Lebar × Tinggi : 1,970mm × 770mm × 1,085mm
  • Wheelbase : 1,335mm
  • Ground clearance : 160mm
  • Berat : 135 kg
  • Fuel tank volume : 12 liters
  • Engine oil volume : 1.2 liters
 

Posted by on 17/11/2010 in Otomotif

Leave a comment

8 Kebohongan Seorang Ibu

Ibuku Seorang Pembohong ? Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya.
Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.

Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga.. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : “”Makanlah nak ibu tak lapar.”-

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan senggangnya untuk pergi di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari , ibu memasak yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk di kami dan memakan daging ikan yang masih menempel di tulang bekas ikan yang saya makan tadi.Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk . Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur.. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada allah agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepatmenolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di , membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu… Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga.. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negeri. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.”-

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerimaberita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya.

Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus.. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakitsekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetaptersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya. Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua… Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, “Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah.” Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…….

Sumber : http://www.2lisan.com/tulisan/kisah2/8-kebohongan-seorang-ibu/

 

Posted by on 17/11/2010 in Cerpen

Leave a comment

Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut

Al-Imam Al-Bukhari telah meriwayatkan di dalam kitab Shahih-nya: Wafatnya Nabi Musa ‘alaihis salam, dari Abu Hurairah bahwa ia radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Malaikat Maut diutus mendatangi Musa ‘alaihis salam. Ketika malaikat itu datang kepadanya, maka Musa pun menempelengnya (hingga buta matanya). Kemudian Malaikat Maut kembali kepada Rabbnya dan berkata, ‘Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak menginginkan .’

Lalu Allah mengembalikan penglihatan malaikat tersebut dan berkata, ‘Kembalilah engkau dan katakan kepadanya untuk ia meletakkan tangannya di punggung jantan. Kemudian ia berhak (tetap hidup) sejumlah bulu (dari jantan itu) yang tertutupi tangannya, dengan hitungan satu bulunya merupakan setahun hidup.’

Musa lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, kemudian apa setelah hitungan itu?’

‘Kemudian ,’ jawab Allah.

Musa pun berkata, ‘Maka sekarang saja (kematianku tanpa diundur lagi).’ Selanjutnya Musa kepada Allah untuk mendekatkan dirinya kepada tanah sejarak lemparan batu.”

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu lalu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Seandainya aku di sana, maka sungguh akan aku perlihatkan kepada kalian kuburan Musa, (yaitu) di sebelah jalan di gundukan pasir merah’.” [1]

Ibnu Hibban menjelaskan tentang ketidakjelasan permasalahan tersebut (di mana Musa menempeleng Malaikat Maut sampai matanya buta): “Sesungguhnya Malaikat Maut ketika berkata kepada Nabi Musa seperti itu, dalam kondisi Nabi Musa tidak mengenalnya. Karena kedatangannya kepada sang nabi, dalam wujud yang tidak dikenal oleh sang nabi. Sebagaimana datangnya Jibril dalam wujud seorang arab Badui (kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam). Dan juga, sebagaimana datangnya para malaikat kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dalam wujud para pemuda, sedangkan kedua nabi tersebut semula tidak mengenal mereka. Demikian pula keadaan Nabi Musa ‘alaihis salam, ia pun tidak mengenali malaikat tersebut. Oleh sebab itu ia menampar sang malaikat, sehingga menyebabkan tercukilnya mata sang malaikat karena telah masuk rumahnya dengan tanpa izin. Dan perbuatan ini sesuai dengan syariat kita, tentang bolehnya mencukil biji mata orang yang melihat (mengintip) seseorang yang berada di dalam rumah dengan tanpa izin.”

Kemudian Ibnu Hibban membawakan hadits Abu Hurairah bahwa ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Datanglah Malaikat Maut kepada Musa untuk mencabut ruhnya. Ia pun berkata kepada sang nabi, ‘Penuhilah panggilan Rabbmu.’ Lalu Musa menampar mata Malaikat Maut tersebut, sehingga menyebabkan tercukil matanya.” [2]

Beliau rahimahullah lalu menafsiri hadits di atas dengan mengatakan, “Ketika Nabi Musa telah mengangkat tangannya untuk menampar sang malaikat, maka barulah malaikat itu berbicara kepadanya, ‘Penuhilah panggilan Rabbmu’.”

Penafsiran seperti ini tidaklah sesuai dengan konteks lafazh hadits, yang memposisikan perkataan malaikat, ‘Penuhilah panggilan Rabbmu’ lebih dahulu, barulah diikuti oleh tamparan sang nabi. Seandainya tetap memilih jawaban yang pertama, tentulah sejalan dengan lafazh hadits. Dan seakan-akan memang Nabi Musa tidak mengenali sang malaikat dalam wujud seperti itu.

Juga, perkataan malaikat itu tidak mengandung perkara yang dimaksud (bahwa ia seorang malaikat), di mana Nabi Musa tidak segera mengenalinya dalam waktu sekejap bahwa ia adalah seorang malaikat yang mulia. Dikarenakan Nabi Musa sedang mengharapkan banyak hal yang didambakannya untuk terjadi di masa hidupnya, berupa keluarnya bani Israil dari kawasan Tih dan masuknya mereka ke tanah (Baitul Maqdis). Akan tetapi beliau telah didahului oleh takdir Allah, bahwa ia akan wafat di kawasan Tih setelah wafatnya Nabi Harun, saudara laki-lakinya.

Pengingkaran Sebagian Ahli Bid’ah Terhadap Pemukulan yang Dilakukan Nabi Musa ‘alaihis salam Terhadap Malakul Maut ‘alaihis salam

Sebagian ahli bid’ah terdahulu mengingkari pemukulan Nabi Musa ‘alaihis salam terhadap Malakul Maut ‘alaihis salam. Mereka mengatakan bahwa ini adalah persoalan yang didustakan oleh akal. Mereka tidak tahu bahwa ini adalah permasalahan ghaib yang tidak bisa diukur dengan pemikiran dan akal, namun hanya perlu dibenarkan tanpa menghadapkan kepada akal pikiran kita. Sebab, akal manusia lemah untuk mencapai semisal persoalan ini, karena merupakan persoalan yang tidak bisa digapai oleh indera.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: Ibnu Khuzaimah berkata, “Sebagian ahli bid’ah mengingkari hadits ini. Mereka berdalih, jikalau Musa ‘alaihis salam mengenalinya bahwa dia Malakul Maut ‘alaihis salam, berarti Musa ‘alaihis salam telah menghinakannya. Sedangkan jikalau Musa ‘alaihis salam tidak mengetahuinya, maka kenapa tidak ditegakkan qishash untuk Malakul Maut ‘alaihis salam yang telah lepas bola matanya?

Jawabannya: Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah mengutus Malakul Maut ‘alaihis salam kepada Musa ‘alaihis salam untuk mencabut ruhnya saat itu juga. Allah Subhanahu wa Ta’ala hanyalah mengutusnya kepada Musa ‘alaihis salam untuk mengujinya. Sedangkan Musa ‘alaihis salam menampar Malakul Maut ‘alaihis salam karena dia melihat ada manusia yang masuk ke rumahnya tanpa izin, sedangkan beliau ‘alaihis salam tidak mengetahui bahwa dia itu Malakul Maut ‘alaihis salam. Sementara Pembuat syariat Subhanahu wa Ta’ala telah membolehkan untuk menusuk mata siapa pun yang mengintip rumah seorang muslim tanpa izin. Sebagaimana para malaikat juga pernah datang kepada Ibrahim dan Luth dalam wujud manusia, lalu keduanya tidak mengenali para malaikat tersebut pada awalnya. Andaikan Ibrahim ‘alaihis salam mengenalinya maka beliau ‘alaihis salam tidak akan menjamu mereka dengan makanan. Juga, andaikan Luth mengetahui mereka maka tentu beliau ‘alaihis salam tidak akan mengkhawatirkan keadaan mereka dari tindakan kaumnya. Seandainya pun Musa ‘alaihis salam dianggap mengetahuinya, darimana ahli bid’ah ini menetapkan disyariatkannya qishash antara malaikat dengan manusia?! Juga, darimana dia tahu bahwa Malakul Maut ‘alaihis salam menuntut qishash terhadap Musa ‘alaihis salam lalu tidak dipenuhi tuntutannya?!

Al-Khaththabi menyimpulkan ucapan Ibnu Khuzaimah, lalu menambahkan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam melawannya karena sikapnya yang mudah marah. Juga bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembalikan mata Malakul Maut ‘alaihis salam agar Musa ‘alaihis salam mengetahui bahwa Malakul Maut ‘alaihis salam datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya setelah itu, Musa pun menyerahkan diri.

Al-Imam An-Nawawi berkata: “Tidak menutup kemungkinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan Musa ‘alaihis salam melakukan pemukulan ini untuk menguji objek yang dipukul.”

Adapun selain beliau berkata: “Hanyalah Musa ‘alaihis salam menamparnya sebab dia datang untuk mencabut ruhnya tanpa mengabarkan sebelumnya, berdasarkan apa yang tsabit (pasti) bahwa seorang nabi tidak akan dicabut nyawanya sebelum diberikan pilihan. Oleh karena itu, ketika Nabi Musa ‘alaihis salam diberi memilih pada kali yang kedua, beliau pun menyerah.” Ada yang berkata, inilah pendapat yang paling tepat namun masih perlu dilihat lagi. [3]

Ibnu Qutaibah berkata dalam Ta’wiil Mukhtalafil Hadits membantah orang yang meragukan hadits ini: “Pendapat kami dalam masalah ini, bahwa para malaikat adalah makhluk rohani. Rohani disandarkan pada kata ruh, menjelaskan keadaan penciptaannya. Maka seolah mereka adalah para ruh yang tidak berbadan yang bisa ditangkap oleh penglihatan, tidak mempunyai mata yang serupa mata kita, dan tidak pula mempunyai kulit seperti kulit kita.

Kita tidak mengetahui bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala membentuk mereka, karena kita tidak mengetahui segala sesuatu selain apa yang dapat kita saksikan atau setidaknya kita tidak pernah melihat contohnya. Demikian juga halnya dengan setan dan jin.”

Hingga perkataan beliau: “Sewaktt Malakul Maut ‘alaihis salam menampakkan diri kepada Musa ‘alaihis salam -yang satu ini adalah malaikat, sedangkan yang satunya adalah nabiyullah- lalu Malakul Maut ‘alaihis salam menariknya, maka Musa ‘alaihis salam menamparnya dan membuat matanya terlepas. Matanya yang ini adalah khayalan dan perumpamaan, bukannya hakiki. Setelah itu Malakul Maut ‘alaihis salam kembali kepada wujud hakikinya yang semula berupa wujud rohani tanpa ada cacat sedikitpun.” [4]

Al-Imam Al-Qurthubi berkata dalam At-Tadzkirah fii Ahwaalil Mautaa wa Umuuril Aakhirah: “Jikalau ada yang berkata: Bagaimana mungkin Musa ‘alaihis salam melakukan pemukulan terhadap Malakul Maut ‘alaihis salam sehingga terlepas matanya? Maka jawabannya dari enam sisi:

1. Itu adalah mata khayalan yang tidak mempunyai hakekat. Ini adalah pendapat yang batil, karena akam membawa kepada kesimpulan bahwa bentuk-bentuk malaikat yang dilihat oleh para nabi tidak mempunyai hakekat. Pendapat ini adalah madzhab As-Saalimiyyah.

2. Ini adalah mata maknawi yang tercungkil dengan hujjah. Berarti ini adalah sebuah kiasan yang tidak mempunyai hakikat.

3. Musa ‘alaihis salam tidak mengenalinya, lalu menyangka bahwa Malakul Maut ‘alaihis salam adalah seseorang yang masuk ke rumahnya tanpa izin, yang hendak mencelakakan nyawanya. Maka Musa ‘alaihis salam melakukan pembelaan diri dan menamparnya sehingga keluar matanya, sedangkan melakukan pembelaan diri sewaktu dalam keadaan seperti ini dengan segala kemampuan adalah wajib. Ini pengarahan yang bagus, sebab mengungkapkan ‘mata’ dan ‘pemukulan’ secara hakiki.

4. Musa ‘alaihis salam adalah seorang yang cepat marah. Sifatnya inilah yang menyebabkan dia memukul Malakul Maut ‘alaihis salam. Ibnul ‘Arabi berpendapat dengannya dalam Ahkaam. Ini adalah pendapat yang rusak, sebab para nabi ma’shum dari melakukan tindakan menyakitkan semisal ini, baik ketika dalam keadaan biasa maupun marah.

5. Perkataan Ibnu Mahdi radhiyallahu ‘anhu: “Mata samarannya hilang, sebab dia diberikan kemampuan untuk berwujud apa saja yang dia maui. Maka sepertinya Musa menamparnya sewaktu dia menyamar dalam wujud yang lain, karena setelah itu Musa ‘alaihis salam melihatnya bermata.”

6. Inilah pendapat yang paling benar insya Allah, yaitu bahwa Musa ‘alaihis salam mempunyai hak sesuai yang telah dikabarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa seorang nabi tidak akan dicabut nyawanya hingga diberitahu (lebih dulu).” [5]

Sebagaimana yang saya katakan di depan bahwa ini adalah persoalan ghaib yang tidak kita ketahui hakekatnya, kita wajib menerimanya tanpa menanyakan kaifiyyat-nya (bagaimana hakikatnya). Wallahu a’lam.

Sumber:
– Kisah Para Nabi ‘alahimus salam karya Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir (penerjemah: Abu Abdirrahman Muhammad Daz bin Munir Al-Marghubi), penerbit: Pustaka Sumayyah, hal. 576-578.
– Hukum Memindahkan Jenazah karya Al-Amin Al-Haj Muhammad Ahmad (penerjemah: Fuad Lc.), penerbit: Pustaka Ar Rayyan, hal. 30-34.

_______________________
[1] Lihat kitab Shahih Al-Bukhari (1339, 3407 dan Shahih Muslim (2372).
[2] Lihat kitab Shahih Ibnu Hibban (6224), Shahih Al-Bukhari (1339, 3407), dan Shahih Muslim (2372), pent.
[3] Al-Fath, VI/442.
[4] Ta’wiil Mukhtalafil Hadiits, hal. 276-278.
[5] At-Tadzkirah, II/94-95.

Sumber: fadhlihsan.wordpress.com

 

Posted by on 17/11/2010 in Islami

1 Comment